NJKB Kendaraan Tahun 2025 yang Belum Ditetapkan Mendagri — DKI Jakarta
Kepgub ini menetapkan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) untuk kendaraan tahun pembuatan 2025 yang belum tercantum di Lampiran Permendagri 7/2025 — mengisi kekosongan dasar penghitungan PKB dan BBNKB untuk merek/tipe baru yang masuk pasar di DKI Jakarta.
Highlight prosedur penting
- NJKB sebagai DPP (Diktum KEDUA) — angka NJKB di lampiran dipakai langsung sebagai dasar penghitungan PKB dan BBNKB, bukan harga jual pasar.
- Cakupan lampiran (Diktum KESATU) — kendaraan roda 4+ (termasuk merek premium: Ferrari, Lamborghini, Rolls Royce, Porsche, Bentley) dan sepeda motor termasuk motor listrik domestik.
- Kendaraan listrik (EV) — masuk daftar lampiran, antara lain MG Cyberster (400 kW), GMC Hummer EV, Rolls Royce Spectre (102 kW), motor listrik Smoto/Uwinfly/Sunra.
- Mekanisme dua tingkat (Diktum KEEMPAT) — update NJKB di tengah tahun untuk merek/tipe baru cukup lewat Keputusan Kepala Bapenda, lebih cepat dari jalur Kepgub.
- Dasar hukum delegasi — Pasal 26 ayat (1) Permendagri 7/2025 yang secara eksplisit mendelegasikan penetapan NJKB sisa ke Gubernur.
- Berlaku sejak ditetapkan — 21 Agustus 2025, ditandatangani Gubernur Pramono Anung.
"Dalam hal setelah ditetapkannya Keputusan Gubernur ini terdapat pengajuan usulan nilai jual kendaraan bermotor dari agen, pemegang merek, importir umum, dan/atau Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta menetapkan: a. nilai jual kendaraan bermotor yang jenis, merek, tipe dan nilai jualnya yang belum tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Lampiran Keputusan Gubernur ini; dan/atau b. nilai jual kereta gandeng atau tempel dan tambahan atau selisih nilai jual kendaraan bermotor ganti mesin yang belum tercantum dalam Lampiran Keputusan Gubernur ini, dengan Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta."
Pembukaan
GUBERNUR
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
KEPUTUSAN GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
NOMOR 711 TAHUN 2025
TENTANG
PENETAPAN NILAI JUAL KENDARAAN BERMOTOR TAHUN PEMBUATAN 2025 YANG BELUM DITETAPKAN MENTERI DALAM NEGERI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,
Menimbang
a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 26 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat Tahun 2025, nilai jual kendaraan bermotor sebagai dasar penghitungan pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor tahun pembuatan 2025 yang jenis, merek, tipe dan nilai jualnya belum tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri dan belum ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Gubernur tentang Penetapan Nilai Jual Kendaraan Bermotor Tahun Pembuatan 2025 Yang Belum Ditetapkan Menteri Dalam Negeri;
Mengingat
-
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744);
-
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856);
-
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856);
-
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6757);
-
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat Tahun 2025 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 204);
-
Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2024 Nomor 201, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2041);
-
Peraturan Gubernur Nomor 185 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2016 Nomor 61029) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Nomor 120 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 185 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2019 Nomor 61056);
Diktum
MEMUTUSKAN:
Menetapkan: KEPUTUSAN GUBERNUR TENTANG PENETAPAN NILAI JUAL KENDARAAN BERMOTOR TAHUN PEMBUATAN 2025 YANG BELUM DITETAPKAN MENTERI DALAM NEGERI.
KESATU
Menetapkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor tahun pembuatan 2025 yang jenis, merek, tipe dan nilai jualnya belum tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat Tahun 2025 dan belum ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini.
KEDUA
Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU digunakan sebagai dasar penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.
KETIGA
Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam diktum KEDUA berlaku sampai dengan ditetapkannya penghitungan dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor oleh Menteri Dalam Negeri.
KEEMPAT
Dalam hal setelah ditetapkannya Keputusan Gubernur ini terdapat pengajuan usulan nilai jual kendaraan bermotor dari agen, pemegang merek, importir umum, dan/atau Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta menetapkan:
a. nilai jual kendaraan bermotor yang jenis, merek, tipe dan nilai jualnya yang belum tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Lampiran Keputusan Gubernur ini; dan/atau
b. nilai jual kereta gandeng atau tempel dan tambahan atau selisih nilai jual kendaraan bermotor ganti mesin yang belum tercantum dalam Lampiran Keputusan Gubernur ini,
dengan Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
KELIMA
Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Penutup
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2025
GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,
(ttd)
PRAMONO ANUNG
Tembusan:
- Wakil Gubernur DKI Jakarta
- Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta
- Para Asisten Sekda Provinsi DKI Jakarta
- Inspektur Provinsi DKI Jakarta
- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta
- Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta
Lampiran
LAMPIRAN
KEPUTUSAN GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
NOMOR 711 TAHUN 2025
TENTANG
PENETAPAN NILAI JUAL KENDARAAN BERMOTOR TAHUN PEMBUATAN 2025 YANG BELUM DITETAPKAN MENTERI DALAM NEGERI
Catatan transkripsi: PDF sumber yang Lokapajak terima hanya memuat halaman Lampiran terpotong — entri bagian A (kendaraan roda 4 atau lebih) yang terbaca: nomor 1 sampai 24, dan entri bagian B (sepeda motor) yang terbaca: nomor 134 sampai 141. Entri di antara nomor 25 hingga 133 ada di halaman lampiran yang tidak ikut dalam PDF sumber. Untuk daftar lampiran lengkap, rujuk PDF resmi di JDIH DKI Jakarta.
A. Kendaraan Roda 4 atau Lebih
| No. | Merek | Jenis Kendaraan | Tipe | Jenis Bahan Bakar | Negara Asal | Kapasitas Mesin (cc) / Baterai (kW) | Tahun Pembuatan | Nilai Jual (Rp) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Aston Martin | Sedan | DB12 V8 | Bensin | Inggris | 4.000 cc | 2025 | 5.815.000.000,00 |
| 2 | Bentley | Sedan | Continental GT V8 | Bensin | Inggris | 4.000 cc | 2025 | 4.267.000.000,00 |
| 3 | BMW | Sedan | 218 AT | Bensin | Jerman | 1.499 cc | 2025 | 711.000.000,00 |
| 4 | Ferrari | Sedan | Competizione Aperta | Bensin | Italia | 6.496 cc | 2025 | 12.000.000.000,00 |
| 5 | Ferrari | Sedan | 812 Competizione | Bensin | Italia | 6.496 cc | 2025 | 12.388.000.000,00 |
| 6 | Ford | Sedan | Mustang 5.0 AT | Bensin | Amerika | 5.000 cc | 2025 | (transkripsi tidak terbaca penuh — rujuk PDF asli) |
| 7 | Lamborghini | Sedan | Revuelto | Bensin | Italia | 6.500 cc | 2025 | 10.547.000.000,00 |
| 8 | Mercedes Benz | Sedan | Maybach S 680 | Bensin | Jerman | 6.000 cc | 2025 | 4.713.000.000,00 |
| 9 | MG | Sedan | Cyberster EV Lux (AWD) (4X4) AT | Listrik | Inggris | 400 kW | 2025 | 1.405.000.000,00 |
| 10 | Nissan | Sedan | GT-R 3.8 | Bensin | Jepang | 3.800 cc | 2025 | 4.951.000.000,00 |
| 11 | Nissan | Sedan | Fairlady Z Nismo | Bensin | Jepang | 3.000 cc | 2025 | 1.588.000.000,00 |
| 12 | Porsche | Sedan | 911 Turbo Coupe | Bensin | Jerman | 3.800 cc | 2025 | 3.400.000.000,00 |
| 13 | Porsche | Sedan | 911 Turbo S Cabriolet | Bensin | Jerman | 3.800 cc | 2025 | 4.515.000.000,00 |
| 14 | Porsche | Sedan | Carrera 3.0 AT | Bensin | Jerman | 3.000 cc | 2025 | 2.549.000.000,00 |
| 15 | Rolls Royce | Sedan | Ghost AT | Bensin | Inggris | 6.749 cc | 2025 | 8.583.000.000,00 |
| 16 | Rolls Royce | Sedan | Spectre | Listrik | Inggris | 102 kW | 2025 | 6.457.000.000,00 |
| 17 | Rolls Royce | Sedan | Phantom | Bensin | Inggris | 6.749 cc | 2025 | 1.025.000.000,00 |
| 18 | Toyota | Sedan | Crown Z AT | Bensin | Jepang | 2.487 cc | 2025 | 1.169.000.000,00 |
| 19 | GMC | Jip | Hummer EV Suv | Listrik | Amerika | 170 kW | 2025 | 3.657.000.000,00 |
| 20 | GWM Tank | Jip | 300 2.4 T Diesel (4X4) AT | Bensin | China | 2.400 cc | 2025 | 429.000.000,00 |
| 21 | Jeep | Jip | Wrangler Rubicon 2DR 2.0 | Bensin | Amerika | 2.000 cc | 2025 | 1.193.000.000,00 |
| 22 | Jetour | Jip | T2 1.5 TD - 7 DCT (4X2) | Bensin | China | 1.498 cc | 2025 | 275.000.000,00 |
| 23 | Jetour | Jip | T2 2.0 TD - 7 DCT (4X4) | Bensin | China | 1.498 cc | 2025 | 295.000.000,00 |
| 24 | Jetour | Jip | T2 PHEV 1.5 TD 1 DHT (4X2) | Bensin | China | 1.498 cc | 2025 | 305.000.000,00 |
| 25 – 133 | (tidak ada di PDF sumber yang Lokapajak terima — rujuk PDF asli di JDIH untuk daftar lengkap) |
B. Sepeda Motor (potongan terbaca)
| No. | Merek | Jenis Kendaraan | Tipe | Jenis Bahan Bakar | Negara Asal | Kapasitas Mesin (cc) / Baterai (kW) | Tahun Pembuatan | Nilai Jual (Rp) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 134 | Smoto | Sepeda Motor | Vision-1 AT | Listrik | China | 2 kW | 2025 | 24.000.000,00 |
| 135 | Smoto | Sepeda Motor | Vision-1 Pro AT | Listrik | China | 3 kW | 2025 | 29.000.000,00 |
| 136 | Sunra | Sepeda Motor | SR3000DT-5 AT | Listrik | China | 3 kW | 2025 | 31.100.000,00 |
| 137 | Triumph | Sepeda Motor | Trident 660 | Bensin | Inggris | 660 cc | 2025 | 236.000.000,00 |
| 138 | Uwinfly | Sepeda Motor | T80 AT | Listrik | Indonesia | 1,2 kW | 2025 | 7.400.000,00 |
| 139 | Uwinfly | Sepeda Motor | M100 AT | Listrik | Indonesia | 5 kW | 2025 | 21.000.000,00 |
| 140 | Uwinfly | Sepeda Motor | T3 AT | Listrik | Indonesia | 1,2 kW | 2025 | 9.600.000,00 |
| 141 | Uwinfly | Sepeda Motor | T90 AT | Listrik | Indonesia | 3 kW | 2025 | 14.000.000,00 |
GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,
(ttd)
PRAMONO ANUNG
Riwayat & Relasi Peraturan
Hubungan peraturan ini dengan peraturan lain — apakah mengubah/dicabut peraturan terdahulu, atau diubah/dicabut peraturan setelahnya.